Minggu, 06 Oktober 2013

PSIKOLOGI MANAJEMEN



A.    PENGANTAR
1.      Apa yang dimaksud manajemen
  • Menurut Stoner, Manajemen adalah proses perencanaan, mengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam usaha-usaha anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapi. 
  • Menurut fonet, Manajemen adalah seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain.
  • Menurut Nickels, Mc Hugh, Manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan uuntuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian orang-orang dan serta sumber daya organisasi lainnya.


2.      Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan
  •  Menurut Hemhiel, Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang akan dicapai bersama. 
  • Menurut Rauch and Behling, Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasikan kea rah pencapaian tujuan. Wahjosumidjo menjelaskan bahwa butir-butir pengertian dari berbagai kepemimpinan pada hakikatnya memberikan makna :
  1. Kepemimpinan adalah suatu yang melekat pada diri seorang pemimpin yang berupa sifat-sifat tertentu seperti: kepribadian (personality), kemampuan (ablity), dan kesanggupan (capability). 
  2. Kepemimpinan adalah rangkaian kegiatan (activity) pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan serta gaya atau perilaku pemimpin itu sendiri.
  3. Kepemimpinan adalah suatu proses antar hubungan atau interaksi antara kepemimpinan, pengikut dan situasi.


3.  Teori kepemimpinan contingency Fiedler (matching leaders & tasks) ?
Fiddler mendefinisikan efektivitas pemimpin dalam hal performa grup dalam mencapai tujuannya. Fiddler membagi dua tipe pemimpin yaitu: berorientasi pada tugas dan berorientasi pada maintenance.
Pemimpin yang berorientasi pada tugas akan efektif pada 2 set kondisi. Pada set yang pertama, pemimpin ini sangat memiliki hubungan yang baik dengan anggotanya, tugas yang didelegasikan pada anggota sangat terstruktur dengan baik, dan memiliki posisi yang tinggi dengan otoritas yang tinggi juga. Pada keadaan ini, grup sangat termotivasi melakukan tugasnya dan bersedia melakukan tugas yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Pada set yang kedua, pemimpin ini tidak memiliki hubungan yang baik dengan anggotanya, tugas yang diberikan tidak jelas, dan memiliki posisi dan otoritas yang rendah. Dalam kondisi semacam ini, pemimpin mempunyai kemungkinan untuk mengambil alih tanggung jawab dalam mengambil keputusan, dan mengarahkan anggotanya.
Kepemimpinan tidak akan terjadi dalam satu kevakuman sosial atau lingkungan. Para pemimpin mencoba melakukan pengaruhnya kepada anggota kelompok dalam kaitannya dengan situasi-situasi yang spesifik.Karena situasi dapat sangat bervariasi sepanjang dimensi yang berbeda, oleh karenanya hanya masuk akal untuk memperkirakan bahwa tidak ada satu gaya atau pendekatan kepemimpinan yang akan selalu terbaik. Namun, sebagaimana telah kita pahami bahwa strategi yang paling efektif mungkin akan bervariasi dari satu situasi ke situasi lainnya.
Penerimaan kenyataan dasar ini melandasi teori tentang efektifitas pemimpin yang dikembangkan oleh Fiedler, yang menerangkan teorinya sebagai Contingency Approach. Asumsi sentral teori ini adalah bahwa kontribusi seorang pemimpin kepada kesuksesan kinerja oleh kelompoknya adalah ditentukan oleh kedua hal yakni karakteristik pemimpin dan dan oleh berbagai variasi kondisi dan situasi.

4.      Model kepemimpinan normatif menurut Vroom & Yetton ?
Dalam model ini menyediakan serangkaian peraturan yang harus diikuti ketika menentukan bentuk dan besarnya partisipasi dalam pembuatan keputusan, seperti ditentukan dari berbagai situasi yang berbeda. Teori normatif karena mengarah kepada pemberian suatu rekomendasi tentang gaya kepemimpinan yang sebaiknya digunakan dalam situasi tertentu yaitu berfokus pada tingkat partisipasi yang diperbolehkan oleh pemimpin dalam mengambil keputusan dan seleksi pendekatan yang akan memaksimalkan manfaat yang di kelompok dan pada waktu yang bersamaan, meminimalisasi gangguan pencapaian tujuan kelompok.

5.      Teori path-goal dalam kepemimpinan ?
·         Menyatakan bahwa kerja pemimpin adalah untuk membantu pengikutnya dalam mencapai tujuan mereka dan untuk memberikan arahan atau dukungan untuk memastikan tujuan mereka kompatibel dengan tujuan organisasi.
·         Pemimpin menganggap gaya kepemimpinan yang berbeda pada waktu yang berbeda tergantung pada situasi:
Ø  Directive leader
Ø  Supportive leader
Ø  Participative leader
Ø  Achievement oriented leader

B.     PERENCANAAN PENETAPAN MANAJEMEN
1.      Pengertian dari perencanaan manajemen ?
Perencanaan manajemen adalah suatu jenis pembuatan keputusan untuk masa depan yang spesifik yang dikehendaki oleh manajer bagi organisasi mereka.

2.      Langkah-langkah menyusun perencanaan dalam organisasi ?
Langkah dalam merencanakan adalah memilih sasaran organisasi. Kemudian sasaran ditetapkan untuk setiap sub unit organisasi sampai divisi, department, dll. Setelah semuanya ini ditetapkan, program ditentukan untuk mencapai sasaran dengan cara yang sistematik. Tentu saja dalam memilih tujuan dan program pengembangan, manajer pun mempertimbangkan apakah semuanya layak dan dapat diterima oleh manajer organisasi beserta dengan semua karyawan. Sasaran yang penting berupa sasaran memberikan arahan, sasaran memfokuskan usaha kita, sasaran menjadi pedoman rencana dan keputusan kita, dan sasaran membantu kita mengevaluasi kemajuan yang kita capai.

3.      Manfaat perencanaan dalam suatu organisasi ?
Ø  Membantu management untuk menyesuaikan diri dengan perubahan perubahan lingkungan,
Ø  Membuat tujuan lebih khusus, teperinci dan mudah dipahami,
Ø  Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti,
Ø  Menager memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.

4.      Jenis perencanaan dalam organisasi ?
Ø  Perencanaan strategis, disusun untuk mencapai suatu tujuan umum  organisasi yaitu melaksanakan misi organisasi. Perencanaan strategi bisa disebut juga perencanaan jangka panjang.
Ø  Perencanaan taktis atau taktik. Perencanaan taktis kinerja terjadi oleh tingkat organisasi menengah bertujuan untuk efiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk jangka menengah proveksi.
Ø  Perencanaan operasional terdiri dari Rencana sekali pakai, Rencana permanen, dan Perencanaan normatif.


Sumber :
James. S. Stoner, dkk. (1996). Management. Jakarta: PT. PRENHALLINDO
Stephen P. (2008). Management. Jakarta:
Sarlito W. (2005). Psikologi Sosial (Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan). Jakarta: Balai Pustaka.
Sunyoto Munandar, Ashar. (2001). Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: Universitas Indonesia.

Jumat, 04 Oktober 2013

Sistem Informasi Psikologi

Sistem Informasi Psikologi 
Pengertian sistem :
  • Sistem adalah hubungan satu unit dengan unit-unit lainnya yang saling berhubungan satu sama lainnya dan yang tidak dapat dipisahkan serta menujuh suatu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • Sistem adalah satu kumpulan dari beberapa bagian atau unsur yang bergabung untuk suatu tujuan bersama.    
Sistem terbagi dalam 3 elemen yaitu : input, proses, dan output.


Pengertian Informasi : 
  • Informasi adalah bahan yang dihasilkan dari pengolahan data.
  • Menurut Gordon. B. Davis, informasi adalah data yang telah diproses atau diolah ke dalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya.
  • Menurut Kenneth C. Laudon, informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.
Pengertian Psikologi :
  • Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.
  • Asal muasal kata psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno (Psyche yang berarti jiwa) dan (logos yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.

Sistem informasi psikologi yang berkaitan dengan psikologi kognitif telah menjadi salah satu landasan dalam teknologi modern yaitu dengan tumbuh dan berkembangnya intelegensi artifisial seperti yang diketahui bahwa otak merupakan pusat semuaa data yang bertugas menyampaikan semua informasi yang ditangkap oleh panca indera. Dalam pandangan psikologi kognitif, otak merupakan pusat pengolahan informasi. Informasi diperoleh dari pengalaman hidup sehari-hari yang ditangkap penginderaan. Hasil informasi dikirimkan melalui jaringan saraf tertentu kesusunan saraf pusat di otak. Dalam susunan saraf pusat ini berbagai informasi diolah dan hasilpengolahan informasi tersebut menghasilkan pemahaman tentang suatu pengalaman. 

Contohnya musik, musik tertentu menghasilkan interpretasi yang menyenangkan bagi seseorang anak dan suara musik lain menghasilkan interpretasi yang meresahkan. Jika seorang anak mendengar senandung musikal yang lembut, ia mungkin merasa dirinya dininabobokan dalam pangkuan ibunya. Akibatnya, ia menginterpretasikan musik tersebut dengan rasa nyaman dan aman, perasaannya pun menjadi tenang. Namun, ketika ia mendengar suara musik hingar-bingar akan merasa ketakutan. Proses ini berlangsung terus menerus dalam suatu sistem yang dikenal dengan sistem proses informasi (human information processing).






Daftar Pustaka :
Satiadarma. P. Monty, Zahra. P. Roswiyani. 2000. Cerdas Dengan Musik. Bandung. PT. Niaga Swadaya
Goal. L. Jimmy. 2008. Sistem Informasi Manajemen Pemahaman dan Aplikasi. Grasindo
http://www.gunadarma.ac.id

Sabtu, 16 Maret 2013

PSIKOTERAPI

ü    Pengertian psikoterapi
Psikoterapi yang lahir pada pertengahan dan akhir abad yang lalu, dilihat secara etimologis mempunyai arti sederhana, yakni “psyche” yang artinya jelas, yaitu “mind” atau sederhananya : jiwa dan “therapy” dari bahasa Yunani yang berarti “merawat” atau “mengasuh”, sehingga psikoterapi dalam arti sempitnya adalah “perawatan terhadap aspek kejiwaan” seseorang.
Dalam Oxford English Dictionary, perkataan “psychotherapy” tidak tercantum, tetapi ada perkataan “psychotherapeutic” yang diartikan sebagai perawatan terhadap sesuatu penyakit dengan mempergunakan teknik psikologis untuk melakukan intervensi psikis.
Psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara pasien dan terapis yang menggunakan prinsip-prinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran, dan perasaan pasien supaya membantu pasien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu. Ciri-ciri dari definisi mengenai psikoterapi :
1.      interaksi sistematis. Psikoterapi adalah suatu proses yang menggunakan suatu interaksi antara pasien dan terapis. Kata sistematis di sini berarti terapis menyusun interaksi-interaksi dengan suatu rencana dan tujuan khusus yang menggambarkan segi pandangan teoritis terapis.
2.      prinsip-prinsip psikologis. Psikoterapis menggunakan prinsip-prinsip, penelitian, dan teori-teori psikologis serta menyusun interaksi teraeutik.
3.      tingkah laku, pikiran dan perasaan. Psikoterapi memusatkan perhatian untuk membantu pasien mengadakan perubahan-perubahan behavioral, kognitif, dan emosional serta membantunya supaya menjalani kehidupan yang lebih penuh dan memuaskan. Psikoterapi mungkin diarahkan pada salah satu atau semua ciri dari fungsi psikologis ini.
4.      tingkah laku abnormal, memecahkan masalah dan pertumbuhan pribadi. Sekurang-kurangnya ada tiga kelompok pasien yang dibantu oleh psikoterapi. Kelompok pertama adalah orang-orang yang mengalami masalah-masalah tingkah laku yang abnormal, seperti gangguan suasana hati, gangguan penyesuaian diri, gangguan kecemasan, atau skizofrenia. Untuk beberapa gangguan ini, terutama gangguan bipolar dan skizofrenia, terapi biologis umumnya memainkan peranan utama dalam perawatan. Meskipun demikian, selain perawatan biologis, psikoterapi membantu pasien belajar tentang dirinya sendiri dan memperoleh keterampilan-keterampilan yang akan memudahkannya menanggulangi tantangan hidup dengan lebih baik

ü    Tujuan Psikoterapi
Tujuan psikoterapi seperti menghilangkan gejala penyakit ataupun meminimalisasi pengaruhnya, ada tujuan lain yang berkaitan dengan model kehidupan dan kebersamaan yang dilalui oleh anggota kelompok, yakni akhirnya mereka mampu kembali ke dalam kehidupan masyarakatnya.
Freud meringkas tujuan psikoterapi dengan berkata, “di mana ada id, di situ akan ada ego”. Maksudnya adalah psikoanalisis dapat membantu memancarkan tentang kesadaran (yang diwakilkan oleh ego sadar) pada pekerjaan-pekerjaan id. Namun, freud tidak mengharapkan dan juga tidak bartujuan bahwa klien harus berusaha menyadari semua bahan yang direpresikan semua implus, hasrat, ketakutan dan ingatan. Tujuannya adalah hanya untuk menggantikan tigkah laku defensif dengan tingkah laku yang lebih adaptif. Dengan berbuat demikian, klien dapat menemukan kepuasaan tanpa menghukum dirinya sendiri atau orang lain.
Metode-metode utama yang digunakan freud untuk mencapai tujuan psikoterapi adalah
1.      penggunaan asosiasi bebas secara sistematis dan analisi mimpi
2.      analisis resistensi
3.      analisis transferensi
4.      interprestasi dengan tujuan memecahkan masalah-masalah emosional yang utama pada masa kanak-kanak.

ü    Unsur psikoterapi
Parameter pengaruh yang tercantum pada unsure-unsur psikoterapi, yaitu :
1.      rekapitulasi
2.      rehabilitasi
3.      peran social

ü    Perbedaan konseling dan psikoterapi
Perbedaan konseling dan psikoterapi, dikutip uraian dari Brammer & Shostrom (1977) dan Thompson & Rudolph (1983) di bawah ini :
Brammer & Shostrom (1977) mengemukakan bahwa :
1.      konseling ditandai oleh adanya terminology seperti : “educational, vocational, supportive, situational, problem solving, conscious awerness, normal, present-time dan short-term.
2.      sedangkan psikoterapi ditandai oleh “supportive (dalam keadaan krisis), reconstructive, depthemphasis, analytical, focus on the past, neurotics and other severe emotional problems and long-tern”.
Konseling dan psikoterapi merupakan intervensi yang dilakukan oleh orang ahli untuk orang yang datang padanya. Keduanya merupakan interaksi antara seorang profesional  dengan orang yang minta bantuan profesinya, baik konseling maupun psikoterapi merupakan proses persuasi.

ü    Pendekataan terhadap mental illnes
1.      behavior therapy
pendekatan terapi perilaku yang terfokus pada pembelajaran. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh proses belajar. Tokoh yang menemukan terapi perilaku adalah Ivan Pavlov.
2.      cognitive therapy
terapi kognitif merupakan konsep perilaku manusia yang dipengaruhi oleh pikirannya. Terapi ini focus pada pola pikir agar dapat mengubah perilaku seseorang.
3.      humanistic therapy
terapi humanistic menganggap bahwa setiap manusia itu unik dan setiap manusia mampu dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Setiap manusia dengan memiliki keunikan bebas memilih hidupnya sendiri.

ü    Bentuk terapi
KARAKTERISTIK PASIEN
IMPLIKASI UNTUK TERAPI
Motivasi untuk berubah
Reseptif terhadap pengaruh terapeutik
Sistem kepercayaan dan harapan terapeutik
Konvergensi terapis dan harapan pasien penting (khususnya mengenai lama, format dan orientasi))
(Perasaan pasien mengenai Lokus pengendalian
internal (diri)
eksternal (nasib, lainnya)


Wawasan terapi ekspiratoar
Terapi suportif atau direktif
Kekuatan ego
keterkaitan objek baik

Wawasan/eksploratoar
kontrol implus (kemampuan untuk menunda kepuasaan)
Tinggi
Rendah


Wawasan
Direktif
Gaya kognitif (Horwitz, 1974)
Obsesif

Histerik

Pengalaman afek via eksperiantal, wawasan
Pengertian kognitif emosi via wawasan, direktif
Keterkaitan interpersonal
Rendah

Tinggi

Dapat menunjukkan kebutuhan akan terapi kelompok
Dapat mentoierir lingkungan atau kelompok 








Daftar pustaka
1.      Singgih D. Gunarsa Dr. Dkk. 2007. Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: penerbit BPK Gunung Mulia
2.      dr. Melfiawati Setio, 1997. Buku Saku Psikiatri. Jakarta : penerbit Buku Kedokteran EGC
3.      Yustinus Semiun. 2006. Teori Kepribadian dan Terapi Psikoanalitik Freud. Yogyakarta : penerbit Kanisius
4.      Drs.Yustinus Semiun, OFM, 2006. Kesehatan Mental 3. Yogyakarta : perbit Kanisus
5.      Prof. Dr. Moh. Sholeh. 2008. Bertobat Sambil Berobat. Jakarta : PT. PT Mizan PublikaHak Cipta.
6.      http://www.gunadarma.ac.id/

Jumat, 15 Juni 2012

MOTIVASI ATAU RENUNGAN DARI SEBUAH FILM SEORANG IBU DAN AYAH


Suatu film atau video yang kita liat biasanya terselip suatu adegan yang membuat kita termotivasi untuk melakukan yang baik seperti di dalam film atau video tersebut. Sering kali kita melihat video tentang orang tua, pasti kita merasa sedih karena itu merupakan renungan diri terhadap tingkah laku kita terhadap orang tua.
Biasanya kita merasa sedih itu merupakan rasa bersalah kita terhadap orang tua yang terlintas dalam video itu. Mungkin kita sering melakukan kesalahan yang dapat menyakitkan orang tua. Sering kali dalam video dicantumkan lika-liku kehidupan kita dari kita lahir sampai kita dewasa. Sering kali kita suka melakukan kesalahan pada orang tua, dan bikin orang tua kita sering sedih dengan kelakukan kita.
Biasa kita tidak sadar telah melakukan kesalahan hingga orang tua pusing memikirin itu semua. Yang biasa kita tahu hanyalah minta dan minta uang pada orang tua. Kita tidak pernah sadar susahnya mencari uang itu bagaimana. Ayah yang berangkat pagi dan pulang sore dan suka-suka pulang malam hanya ingin membiayai kehidupan keluarganya. Tapi kita seorang anak hanya bisa menyusai saja. Tidak ada balas budi pada orang tua.
Tapi bagaimana pun orang tua yang selalu berada di samping kita, saat kita senang dan sedih. Saat kita senang mereka ikut senang, saat kita sedih mereka ikut meneteskan air mata untuk merasakan apa yang kita rasakan. Lebih tepatnya ibulah yang selalu ada buat kita. Biasanya ibu yang selalu tahu situasi hati kita bagaimana. Saat kita sedih ibu selalu menenanggi kita dengan memberikan nasehat dan pelukan hangat.
Ibu dan ayah merupakan motivator buat kita, yang telah membuat inspirasi buat kita untuk merubah masa depan kita. Hanya mereka lah yang pantas menjadi panutan buat kita. Mereka yang selalu berkerja keras untuk membesarkan kita.
Orang tua merupakan orang yang perlu kita hormati, walaupun mereka sudah tua tapi kita tetap harus menghormati karna mereka merupakan orang yang telah mendidik kita dan membesarkan kita sampai saat ini. Bagaimana pun kita harus bisa membahagiakan orang tua kita bukan hanya menyusai orang tua kita saja. Jangan sampai kita menyesal, belum membahagiakan mereka.

“Jangan sampai kita menyesal kemudian hari kalau kita belum dapat membahagiakan orang tua kita sendiri”
“Kebahagian orang tua, merupakan kebahagian kita”
“Pelukan yang ikhlas, hanyalah pelukan sang ibu”
“Saat kita terpuruk hanyalah ibu lah yang tahu kondisi kita”
“Sampai kapan pun kasih sayang orang tua tidak akan pernah padam”