Minggu, 13 Maret 2011

Analisis sifat & Kebiasaan Berdasarkan Letak Geografis Antara Suku Jawa & Suku Minangkabau


      1. Suku Jawa
Suku jawa merupakan suku yang terbesar di Indonesia, yang meliputi dari Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tenggah, Yogyakarta. Indonesia sebenarnya terkenal dengan etnis jawa yang sangat kental dengan kebudayaannya seperti letak geografis, bahasa, kepercayaan, sifat, dan seni. Letak geografis pulau jawa 132.000 km², berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Jawa Tengah di timur, Samudera Hindia di selatan, serta Banten dan DKI Jakarta di barat.
Pulau jawa merupakan pulau yang sangat padat di Indonesia Penduduk di suku jawa ini sangat kontras Di survey bangsa Indonesia kurang lebih hanya 12% orang jawa menggunakan bahasa Indonesia sebagian bahasa mereka sehari-hari sekitar 18% menggunakan bahasa jawa dan Indonesia secara campur, dan selebihnya hanya menggunakan bahasa jawa saja. Dalam bahasa jawa yang sebenarnya memiliki beberapa aturan perbedaan kosa kata dan intonasi setiap berbicara dengan lawan bicara. Dan tata cara bicara orang suku jawa sangat lembut dan pelan. Maka dari itu suku jawa sering dianggap oleh kalangan luas sebagai suku yang lembah lembut.
Dalam kepercayaan suku jawa sangat kental dengan agama Islam. Tapi ada juga yang memeluk agama lain selain agama Islam, seperti Protestan, Keristen, Buddha, Hindu dan Katolik. Tapi ada juga orang suku jawa yang mempercayai agama Kejawen. Kejawen sebagai kata benda yang memiliki arti di dalam bahasa Indonesia yaitu segala yang berhubungan dengan adat dan kepercayaan jawa. Kejawen merupakan sebuah kepercayaan yang dianut di pulai Jawa oleh suku Jawa dan suku bangsa lainnya yang menetap di Jawa.
Kesenian pulau jawa sangat beragam, seperti ludruk, wayang kulit, wayang orang, tari jaipong, dll. Biasanya kesenian ini di pentaskan pada acara tertentu seperti acara pernikahan dan adat. Tapi dengan berjalannya waktu kesenian itu harus kita lestarikan meskipun berbagai kesenian dari Negara lain yang masuk ke Negara kita. Kita sebagai warga Negara Indonesia harus menjaga peninggalan nenek moyang kita dengan baik.
 2. Suku Minangkabau
Suku Minangkabau itu berasal dari Sumatera Barat. Minangkabau adalah kelompok etnis Nusantara yang mengunakan berbahasa dan menjunjung tinggi adat Minangkabau itu sendiri. Nama Minangkabau berasal dari dua kata, minang dan kabau. Minangkabau salah satu adat di Indonesia yang harus di lestarikan dan di kembangkan. Kita sebagai keturunan suku apapun harus menjaga kebudayaan yang di ciptakan oleh nenek moyang kita. Agar nanti anak cucu kita kelak dapat mengetahui suku yang di turunkan dari nenek moyangnya.
Suku minangkabau terletak di Sumatera Barat, separuh daratan Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, bagian selatan Sumatera Utara, barat daya Aceh, dan juga Negeri Sembilan di Malaysia. Minangkabau lebih menonjol dengan ajaran agama Islam. Saat ini masyarakat minang merupakan masyarakat penganut matrilineal terbesar di dunia. Prinsip adat suku minangkabau tertuang singkat dalam pernyataan adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah (Adat bersendikan hukum, hukum bersendikan Al-Qur’an) yang berarti adat berlandaskan ajaran agama Islam.
Bahasa di Minangkabau merupakan bahasa Austronesia. Meskipun ada perbedaan pendapai mengenai hubungan bahasa Minangkabau dengan bahasa melayu, ada yang menganggap bahasa yang diucapkan masyarakat itu bagian dari bahasa melayu, karena banyaknya kesamaan terhadap kosakata dan bentuk ucapannya. Tapi ada yang beranggapan bahasa ini merupakan bahasa mandiri. Selain  itu dalam masyarakat minangkabau memiliki macam bahasa yang tergantung pada daerahnya masing-masing.
Orang Minangkabau biasa terkenal dengan bidang perniagaan. Mereka merupakan pewaris dari tradisi tua Kerajaan Melayu dan Seriwijaya yang suka berdagang dan dinamis. Orang minang sering merantau ke kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Medan, Batam, Palembang, dan Surabaya. Ada faktor menyebab orang minangkabau merantau, seperti faktor budaya, faktor ekonomi, faktor perang. Keberhasilan dan kesuksesan orang Minangkabau banyak diraih ketika berada di perantauan yang meliputi 3 faktor itu.
Adat di dalam Minangkabau bercorak keibuan, dimana pihak ibu/perempuan sangat berperan sebagai pewaris harta pusaka dan kekerabatan. Di minangkabau memiliki berbagai macam kesenian. Seperti tari-tarian yang biasa ditampilkan di acara adat dan acara pernikahan. Tari-tarian itu sendiri terdiri tari pasambahan, tari piring. Selain tari-tarian minangkabau memiliki kesenian bela diri. Tapi bela diri ini juga dapat di campur dengan tari-tarian yang disebut randai. Mingkabau juga terkenal dengan bersilat lidah atau juga yang dikenal alegori atau metafora.   
Kesimpulan :
Ternyata dari Suku Jawa dan Suku Minangkabau itu sangat berbeda. Karena dari dua suku itu memiliki berbagai ciri khas yang berbeda seperti contoh suku jawa memiliki sifat yang lembah lembut, dan tetapi suku mingkabau memiliki sifat yang keras. Dan ternyata Negara kita Indonesia memiliki berbagai macam kesenian dan bahasa yang berragam. Maka dari itu kita sebagai warga Negara Indonesia harus menjaga kebudayaan dan kesenian dengan baik. Agar tidak tercemari dengan tangan-tangan kotor orang luar negeri. Dan agar anak cucu kita kelak dapat merasakan kebudayaan Indonesia yang asli tanpa campur tangan Negara lain.“Walaupun kita berbeda-beda tapi tetap satu jua”.
            Sumber            : http://3.bp.blogspot.com
                                    : http://wikipedia.cm
                                    : http://AsiaForVisitors.com

Analisis sifat & Kebiasaan Berdasarkan Letak Geografis Antara Suku Jawa & Suku Minangkabau

Analisis Sifat & Kebiasaan Berdasarkan Letak Geografis
Antara Suku Jawa & Suku Minangkabau
 
a.       Double Brace:  Suku Jawa 
Suku jawa merupakan suku yang terbesar di Indonesia, yang meliputi dari Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tenggah, Yogyakarta. Indonesia sebenarnya terkenal dengan etnis jawa yang sangat kental dengan kebudayaannya seperti letak geografis, bahasa, kepercayaan, sifat, dan seni. Letak geografis pulau jawa 132.000 km², berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Jawa Tengah di timur, Samudera Hindia di selatan, serta Banten dan DKI Jakarta di barat.
Pulau jawa merupakan pulau yang sangat padat di Indonesia Penduduk di suku jawa ini sangat kontras Di survey bangsa Indonesia kurang lebih hanya 12% orang jawa menggunakan bahasa Indonesia sebagian bahasa mereka sehari-hari sekitar 18% menggunakan bahasa jawa dan Indonesia secara campur, dan selebihnya hanya menggunakan bahasa jawa saja. Dalam bahasa jawa yang sebenarnya memiliki beberapa aturan perbedaan kosa kata dan intonasi setiap berbicara dengan lawan bicara. Dan tata cara bicara orang suku jawa sangat lembut dan pelan. Maka dari itu suku jawa sering dianggap oleh kalangan luas sebagai suku yang lembah lembut.
Dalam kepercayaan suku jawa sangat kental dengan agama Islam. Tapi ada juga yang memeluk agama lain selain agama Islam, seperti Protestan, Keristen, Buddha, Hindu dan Katolik. Tapi ada juga orang suku jawa yang mempercayai agama Kejawen. Kejawen sebagai kata benda yang memiliki arti di dalam bahasa Indonesia yaitu segala yang berhubungan dengan adat dan kepercayaan jawa. Kejawen merupakan sebuah kepercayaan yang dianut di pulai Jawa oleh suku Jawa dan suku bangsa lainnya yang menetap di Jawa.
Kesenian pulau jawa sangat beragam, seperti ludruk, wayang kulit, wayang orang, tari jaipong, dll. Biasanya kesenian ini di pentaskan pada acara tertentu seperti acara pernikahan dan adat. Tapi dengan berjalannya waktu kesenian itu harus kita lestarikan meskipun berbagai kesenian dari Negara lain yang masuk ke Negara kita. Kita sebagai warga Negara Indonesia harus menjaga peninggalan nenek moyang kita dengan baik. 
b.     Suku Minangkabau
Double Brace:
Suku Minangkabau itu berasal dari Sumatera Barat. Minangkabau adalah kelompok etnis Nusantara yang mengunakan berbahasa dan menjunjung tinggi adat Minangkabau itu sendiri. Nama Minangkabau berasal dari dua kata, minang dan kabau. Minangkabau salah satu adat di Indonesia yang harus di lestarikan dan di kembangkan. Kita sebagai keturunan suku apapun harus menjaga kebudayaan yang di ciptakan oleh nenek moyang kita. Agar nanti anak cucu kita kelak dapat mengetahui suku yang di turunkan dari nenek moyangnya.
Suku minangkabau terletak di Sumatera Barat, separuh daratan Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, bagian selatan Sumatera Utara, barat daya Aceh, dan juga Negeri Sembilan di Malaysia. Minangkabau lebih menonjol dengan ajaran agama Islam. Saat ini masyarakat minang merupakan masyarakat penganut matrilineal terbesar di dunia. Prinsip adat suku minangkabau tertuang singkat dalam pernyataan adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah (Adat bersendikan hukum, hukum bersendikan Al-Qur’an) yang berarti adat berlandaskan ajaran agama Islam.
Bahasa di Minangkabau merupakan bahasa Austronesia. Meskipun ada perbedaan pendapai mengenai hubungan bahasa Minangkabau dengan bahasa melayu, ada yang menganggap bahasa yang diucapkan masyarakat itu bagian dari bahasa melayu, karena banyaknya kesamaan terhadap kosakata dan bentuk ucapannya. Tapi ada yang beranggapan bahasa ini merupakan bahasa mandiri. Selain  itu dalam masyarakat minangkabau memiliki macam bahasa yang tergantung pada daerahnya masing-masing.
Orang Minangkabau biasa terkenal dengan bidang perniagaan. Mereka merupakan pewaris dari tradisi tua Kerajaan Melayu dan Seriwijaya yang suka berdagang dan dinamis. Orang minang sering merantau ke kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Medan, Batam, Palembang, dan Surabaya. Ada faktor menyebab orang minangkabau merantau, seperti faktor budaya, faktor ekonomi, faktor perang. Keberhasilan dan kesuksesan orang Minangkabau banyak diraih ketika berada di perantauan yang meliputi 3 faktor itu.
Adat di dalam Minangkabau bercorak keibuan, dimana pihak ibu/perempuan sangat berperan sebagai pewaris harta pusaka dan kekerabatan. Di minangkabau memiliki berbagai macam kesenian. Seperti tari-tarian yang biasa ditampilkan di acara adat dan acara pernikahan. Tari-tarian itu sendiri terdiri tari pasambahan, tari piring. Selain tari-tarian minangkabau memiliki kesenian bela diri. Tapi bela diri ini juga dapat di campur dengan tari-tarian yang disebut randai. Mingkabau juga terkenal dengan bersilat lidah atau juga yang dikenal alegori atau metafora.  
Kesimpulan :
Ternyata dari Suku Jawa dan Suku Minangkabau itu sangat berbeda. Karena dari dua suku itu memiliki berbagai ciri khas yang berbeda seperti contoh suku jawa memiliki sifat yang lembah lembut, dan tetapi suku mingkabau memiliki sifat yang keras. Dan ternyata Negara kita Indonesia memiliki berbagai macam kesenian dan bahasa yang berragam. Maka dari itu kita sebagai warga Negara Indonesia harus menjaga kebudayaan dan kesenian dengan baik. Agar tidak tercemari dengan tangan-tangan kotor orang luar negeri. Dan agar anak cucu kita kelak dapat merasakan kebudayaan Indonesia yang asli tanpa campur tangan Negara lain.“Walaupun kita berbeda-beda tapi tetap satu jua”.
            Sumber            : http://3.bp.blogspot.com
                                    : http://wikipedia.cm
                                    : http://AsiaForVisitors.com

Selasa, 22 Februari 2011

HUBUNGAN MATEMATIKA DENGAN PSIKOLOGI

HUBUNGAN MATEMATIKA DENGAN PSIKOLOGI

Matematika merupakan dari bahasa Yunani yang berarti studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Para matematikawan mencari berbagai pola, merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metode deduksi yang kaku dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi yang bersesuaian.

Matematika juga kita dapatkan di temui dunia psikologi yang merupakan sebuah pendekatan untuk penelitan psikologi yang didasarkan pada model matematis persepsi, proses kognitif dan motorik, dan pada pembentukan aturan hukum seperti yang berhubungan dengan karakteristik stimulus diukur dengan cara perilaku terukur. Dalam prakteknya “perilaku kuantitatif” sering didasari oleh “kinerja tugas”. Sebagai kuantitatif perilaku adalah fundamental dalam teori pengukuran adalah topic sentral dalam psikologi matematika. Psikologi matematika sangat erat dengan psikometri. Namun, psychometrics berkaitan dengan perbedaan individual di sebagian besar variable statis, psikologi matematika sangat terfokus pada proses persepsi, kognitif, dan motorik proses disimpulkan dari “individu rata-rata”.
Matematika psikologi juga bagus untuk seorang anak yang dimulai dari umur 5 tahun. Dengan mengajarkan matematika terhadap anak, anak akan terlatih dengan berlaku sabar, cermat dan teliti terhadap suatu soal atau masalah. Namun, system pembelajaran matematika kepada anak dengan system bermain karena anak akan semangkin mengeksplor keingintahuannya terhadap pelajaran matematika. Kalau tidak dengan system bermain anak akan bosan dengan pelajaran matematika. Mungkin bisa dengan cara memberi hadiah terhadap anak yang aktif atau semangat mengikuti pelajaran matematika itu. Agar anak-anak semangkin semangat untuk belajar matematika.

Dalam psikologi anak untuk belajar matematika itu harus diawali dorongan keluarga. Pelajaran matematika itu pula wajib untuk semua anak selain pelajaran bahasa, agama, dan kewarganegaraan. Pelajaran matematika juga bukan hanya di sekolah saja, tapi orang tua juga perlu ikut serta dalam mengembangi ilmu matematika terhadap sang anak. Dengan contoh, ibu mengajak anaknya untuk berbelanja di supermarket dan ibu mengajak anak untuk mencoba menghitung yang dibelanja meskipun agak susah anak untuk menghitung tapi dengan bantuan sang ibu anak dapat menghitung dengan benar.

Jadi hubungan matematika itu sangat berkaitan dengan psikologi. Karena matematika berkaitan erat dengan angka-angka, dan psikologi berkaitan dengan perilaku manusia dan perkembangan. Kesimpulannya adalah bahwa matematika dapat digunakan dalam klasifikasi sifat-sifat manusia yang dipelajari psikologi, dan sebenarnya kedua ilmu tersebut sebenarnya jauh berbeda, matematika adalah ilmu pasti sedangkan psikologi adalah ilmu social. Jadi sudah dibuktikan bahwa sebenarnya memang matematika dapat digunakan di ilmu psikologi dalam konteks kehidupan sehari-hari.


Sumber : http://wikipedia.com

Selasa, 30 November 2010

Manusia dan Tanggung Jawab


Manusia dan Tanggung Jawab

Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Tanggung jawab mempunyai kaitan yang sangat erat dengan perasaan manusia. Tanggung jawab bisa dikelompokkan dalam dua hal. Pertama, tanggung jawab individu terhadap dirinya pribadi. Dia harus bertanggung jawab terhadap akal(pikiran)nya, ilmu, raga, harta, waktu, dan kehidupannya secara umum. Kedua, tanggung jawab manusia kepada orang lain dan lingkungan (sosial) di mana ia hidup. Kita ketahui bersama bahwa manusia adalah makhluq yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya untuk pengembangan dirinya. Dengan kata lain, ia mempunyai kewajiban-kewajiban moral terhadap lingkungan sosialnya. Kewajiban sangat erat kaitannya dengan eksistensi seseorang sebagai bagian dari masyarakat. Kita sadar bahwa kalau kita tidak melaksanakan tanggung jawab terhadap orang lain, tidak pantas bagi kita menuntut orang lain  untuk bertanggung jawab pada kita. Kalau kita tidak berlaku adil pada orang lain, jangan harap orang lain akan berbuat adil pada kita.
Macam-macam tanggung jawab :
1.      Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.

2.      Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami dan istri, ayah dan ibu serta anak-anak dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab itu menyangkut nama baik keluarga.

3.      Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada dasarnya manusia tidak bias hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk social.

4.      Tanggung jawab terhadap bangsa atau Negara
Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-normayang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri.

5.      Tanggung jawab terhadap tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap tuhan.


Sumber            : http://dicky_funny.tripod.com
                        : http://b4d4i.ngeblogs.com
                        : http://wartawarga.gunadarma.ac.id


                       

Senin, 29 November 2010

Manusia dan Keadilan

Manusia dan Keadilan

Keadilan berasal dari kata adil yang berarti orang yang dapat mengendalikan diri tanpa harus memikirkan diri sendiri ( egois ) dan kelakuan dikendalikan oleh akal manusia. Adil juga dapat diartikan pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Karena dengan seimbang antara hak dan kewajiban hidup ini akan selaras. Seperti keadaan setiap orang apa yang menjadi haknya dan setiap orang mendapakan bagiannya yang sama antara yang satu dengan yang lain.
Kita sebagai manusia dituntut untuk diminta tidak hanya menuntut hak dan melupakan kewajiban. Karena kalau kita selalu mementingkan hak pasti orang lain menggangap kita “orang yang pemeras” . jadi kita harus seimbang menjalankan hidup antara hak dan kewjiban. Contohnya kita sebagai pelajar memiliki hak untuk memiliki pendidikan yang layak dan kita juga memiliki kewajiban yaitu belajar yang rajin dan mengerjakan tugas.
Pasti dalam hidup dan kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya . Walaupun bagaimana kita harus hidup adil dengan satu sama lain. Agar kita merasa lebih dihargai dengan orang lain. Dan orang lain juga merasa dihargai sama kita. Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri.
Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan. Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati.
Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dan hati nurani bertindak sesuai dengan norma-norma kebenaran akan menjadikan manusianya memiliki kejujuran, ia akan menjadi manusia jujur. Sebaliknya orang yang secara terus-menerus berfikir atau bertindak bertentangan dengan hati nuraninya akan selalu mengalami konfik batin, ia akan selalu mengalami ketegangan, dan sifatnya kepribadiannya yang semestinya tunggal menjadi pecah.
Untuk mempertahankan kejujuran, berbagai cara dan sikap yang perlu di pupuk. Namun demi sopan santun dan pendidikan, orang di perbolehkan berkata tidak jujur apabila sampai bata-batas yang di tentukan.



Sumber           : http:// kompasiana.com
                        : www.simplyblog.tk
                        : http://wartawarga.gunadarma.ac.id