Senin, 04 November 2013

Struktur Organisasi



A.    Pengorganisasian struktur organisasi
  1. Jelaskan pengertian struktur organisasi
Menurut Jones, struktur organisasi adalah sistem formal dari aturan dan tugas serta hubungan otoritas yang menjawab bagaimana anggota organisasi bekerja sama dan menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi.
Struktur organisasi adalah alat atau instrumen para manajer perusahaan untuk mengarahkan dan mengkordinasikan kegiatan dan operasi. Struktur organisasi menentukan kaitan antara tugas-tugas yang harus dilaksanakan serta membagi-bagi otoritas atau wewenang dan tanggung jawab kepada para manajer.

  1. Jelaskan Pengorganisasian sebagai fungsi dari manajemen
Organisasi manajemen terbagi dalam dua golongan, yaitu :
a.       Organisasi formal adalah organisasi yang dibentuk secara sadar dengan tujuan-tujuan tertentu yang disadari pula yang diatur dengan ketentuan-ketentuan formal dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
b.      Organisasi Informal adalah organisasi yang terbentuk tanpa disadari sepenuhnya, tujuannya juga tidak jelas, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya tidak ada dan hubungan-hubungan terjalin secara pribadi.

  1. Cantumkan Contoh struktur organisasi dari sebuah perusahaan
Contoh struktur organisasi CV EKSPRES JAYA

  1. Jelaskan Manfaat struktur fungsional dan struktur divisional
Fungsionalisme struktural adalah sebuah sudut pandang luas dalam sosiologi dan
antropologi yang berupaya menafsirkan masyarakat sebagai sebuah struktur dengan bagian-bagian yang saling berhubungan. Teori fungsionalisme struktural adalah suatu bangunan teori yang paling besar pengaruhnya dalam ilmu sosial di abad sekarang. Tokoh-tokoh yang pertama kali mencetuskan fungsional yaitu August Comte, Emile Durkheim dan Herbet Spencer. Teori struktural fungsional berkaitan erat dengan sebuah struktur yang tercipta dalam masyarakat. Struktural – fungsional, yang berarti struktur dan fungsi. Artinya, manusia memiliki peran dan fungsi masing –masing dalam tatanan struktur masyarakat. Pemikiran structural fungsional sangat dipengaruhi oleh pemikiran biologis yaitu menganggap masyarakat sebagai organism biologis yaitu terdiri dari organ-organ yang saling ketergantungan, ketergantungan tersebut merupakan hasil atau konsekuensi agar organisme tersebut tetap dapat bertahan hidup. Dalam struktur organisasi fungsional, setiap manajer yang mempunyai spesialisasi fungsional menggantikan tempat dan peranan si pemilik perusahaan. Transisi menuju spesialisasi ini membutuhkan sebuah perubahan substansial dalam gaya manajemen pimpinan perusahaan. Sebagai organisasi yang menumbuhkan dan mengembangkan sejumlah produk dan pasar yang berkaitan, struktur organisasi ini secara teratur berubah untuk merefleksikan spesialisasi yang lebih besar.

Dalam struktur organisasi divisional, manajer divisi dapat mengembangkan strategi untuk masing-masing divisinya dan mungkin saja mereka menghadapi persaingan yang berbeda dengan divisi lainnya sehingga strategi yang ditempuh mungkin juga berbeda dengan divisi lainnya. Pada organisasi divisional, divisi-divisi tersebut dapat menjadi tempat yang baik untuk melatih para manajer muda. Selain itu juga merupakan tempat yang baik dalam mengembangkan intuisi kewiraswastaan serta meningkatkan sejumlah pusat inisiatif dalam suatu perusahaan. 
  1. Jelaskan Kerugian struktur fungsional dan struktur divisional
Kerugian dalam struktur fungsionl :
a.       Keputusan lambat,
b.      Sulit untuk menentukan mana yang harus bertanggung jawab,
c.       Sulit untuk menilai prestasi kerja,
d.      Mendorong spesialisasi yang sempit,
e.       Mengandung potensi yang kuat untuk terjadinya konflik antar fungsi.

Kerugian dalam struktur divisional
a.       Menggunakan sumberr daya kurang efisien,
b.      Supervisi lebeih sulit dilakukan,
c.       Mengutamakan tuujuan divisi daripada tujuan keseluruhan,
d.      Memicu persaingan yang tidak sehat untuuk merebutkan sumber daya perusahaan,
e.       Ada potensi kebijakan yang tidak konsisten antar divisi,
f.       Peningkatan biaya karena duplikasi fungsi,
g.      Sulit untuk memelihara ccitra perusahaan secara keseluruhan.

B.     Actuating dalam manajemen
1.      Pengertian actuating manajemen
Actuating adalah menggerakkan orang lain dalam arti umum. Menurut Arifin, actuating adalah penggerakan pada hakekatnya merupakan suatu usaha menggerakkan orang atau orang-orang untuk suka dan dapat bekerja untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

2.      Pentingnya actuatinng manajemen
·         Pemimpin harus memiliki rasa hormat dari pada karyawannya.
·         Pemimpin harus lebih banyak mengetahui kebijaksanaan perusahaan.
·         pemimpin harus mengetahui tugas yang didapatkan oleh karyawannya.

3.      Prinsip actuating dan manajemen
      Menurut Kurniawan (2009) prinsip-prinsip dalam penggerakan/actuating antara lain:
·        Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya
·        Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
·        Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
·        Menghargai hasil yang baik dan sempurna
·        Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
·        Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
·        Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya
4.      Jelaskan pentingnya mencapai actuating manajemen yang efektif
      Pemimpin harus menjelaskan secara jelas tentang peraturan dan kebijaksanaan yang di terapkan dalam suatu organisasi untuk memajukan organisasi tersebut. karna pemimpinlah yang sangat berperan dalam kemajuan suatu organisasi.



sumber :
www.gunadarma.ac.id
Tangkilison. 2005. Manejemen Publik. Jakarta : PT. Grasindo
Bastian. 2006. Akuntansi Pendidikan. Yogyakarta : Erlangga
Sutyanto. 2007. Strategic Managemen Global Most Admired Companies. Yogyyakarta
 : CV. ANDI OFSSET

Minggu, 06 Oktober 2013

PSIKOLOGI MANAJEMEN



A.    PENGANTAR
1.      Apa yang dimaksud manajemen
  • Menurut Stoner, Manajemen adalah proses perencanaan, mengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam usaha-usaha anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapi. 
  • Menurut fonet, Manajemen adalah seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain.
  • Menurut Nickels, Mc Hugh, Manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan uuntuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian orang-orang dan serta sumber daya organisasi lainnya.


2.      Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan
  •  Menurut Hemhiel, Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang akan dicapai bersama. 
  • Menurut Rauch and Behling, Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasikan kea rah pencapaian tujuan. Wahjosumidjo menjelaskan bahwa butir-butir pengertian dari berbagai kepemimpinan pada hakikatnya memberikan makna :
  1. Kepemimpinan adalah suatu yang melekat pada diri seorang pemimpin yang berupa sifat-sifat tertentu seperti: kepribadian (personality), kemampuan (ablity), dan kesanggupan (capability). 
  2. Kepemimpinan adalah rangkaian kegiatan (activity) pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan serta gaya atau perilaku pemimpin itu sendiri.
  3. Kepemimpinan adalah suatu proses antar hubungan atau interaksi antara kepemimpinan, pengikut dan situasi.


3.  Teori kepemimpinan contingency Fiedler (matching leaders & tasks) ?
Fiddler mendefinisikan efektivitas pemimpin dalam hal performa grup dalam mencapai tujuannya. Fiddler membagi dua tipe pemimpin yaitu: berorientasi pada tugas dan berorientasi pada maintenance.
Pemimpin yang berorientasi pada tugas akan efektif pada 2 set kondisi. Pada set yang pertama, pemimpin ini sangat memiliki hubungan yang baik dengan anggotanya, tugas yang didelegasikan pada anggota sangat terstruktur dengan baik, dan memiliki posisi yang tinggi dengan otoritas yang tinggi juga. Pada keadaan ini, grup sangat termotivasi melakukan tugasnya dan bersedia melakukan tugas yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Pada set yang kedua, pemimpin ini tidak memiliki hubungan yang baik dengan anggotanya, tugas yang diberikan tidak jelas, dan memiliki posisi dan otoritas yang rendah. Dalam kondisi semacam ini, pemimpin mempunyai kemungkinan untuk mengambil alih tanggung jawab dalam mengambil keputusan, dan mengarahkan anggotanya.
Kepemimpinan tidak akan terjadi dalam satu kevakuman sosial atau lingkungan. Para pemimpin mencoba melakukan pengaruhnya kepada anggota kelompok dalam kaitannya dengan situasi-situasi yang spesifik.Karena situasi dapat sangat bervariasi sepanjang dimensi yang berbeda, oleh karenanya hanya masuk akal untuk memperkirakan bahwa tidak ada satu gaya atau pendekatan kepemimpinan yang akan selalu terbaik. Namun, sebagaimana telah kita pahami bahwa strategi yang paling efektif mungkin akan bervariasi dari satu situasi ke situasi lainnya.
Penerimaan kenyataan dasar ini melandasi teori tentang efektifitas pemimpin yang dikembangkan oleh Fiedler, yang menerangkan teorinya sebagai Contingency Approach. Asumsi sentral teori ini adalah bahwa kontribusi seorang pemimpin kepada kesuksesan kinerja oleh kelompoknya adalah ditentukan oleh kedua hal yakni karakteristik pemimpin dan dan oleh berbagai variasi kondisi dan situasi.

4.      Model kepemimpinan normatif menurut Vroom & Yetton ?
Dalam model ini menyediakan serangkaian peraturan yang harus diikuti ketika menentukan bentuk dan besarnya partisipasi dalam pembuatan keputusan, seperti ditentukan dari berbagai situasi yang berbeda. Teori normatif karena mengarah kepada pemberian suatu rekomendasi tentang gaya kepemimpinan yang sebaiknya digunakan dalam situasi tertentu yaitu berfokus pada tingkat partisipasi yang diperbolehkan oleh pemimpin dalam mengambil keputusan dan seleksi pendekatan yang akan memaksimalkan manfaat yang di kelompok dan pada waktu yang bersamaan, meminimalisasi gangguan pencapaian tujuan kelompok.

5.      Teori path-goal dalam kepemimpinan ?
·         Menyatakan bahwa kerja pemimpin adalah untuk membantu pengikutnya dalam mencapai tujuan mereka dan untuk memberikan arahan atau dukungan untuk memastikan tujuan mereka kompatibel dengan tujuan organisasi.
·         Pemimpin menganggap gaya kepemimpinan yang berbeda pada waktu yang berbeda tergantung pada situasi:
Ø  Directive leader
Ø  Supportive leader
Ø  Participative leader
Ø  Achievement oriented leader

B.     PERENCANAAN PENETAPAN MANAJEMEN
1.      Pengertian dari perencanaan manajemen ?
Perencanaan manajemen adalah suatu jenis pembuatan keputusan untuk masa depan yang spesifik yang dikehendaki oleh manajer bagi organisasi mereka.

2.      Langkah-langkah menyusun perencanaan dalam organisasi ?
Langkah dalam merencanakan adalah memilih sasaran organisasi. Kemudian sasaran ditetapkan untuk setiap sub unit organisasi sampai divisi, department, dll. Setelah semuanya ini ditetapkan, program ditentukan untuk mencapai sasaran dengan cara yang sistematik. Tentu saja dalam memilih tujuan dan program pengembangan, manajer pun mempertimbangkan apakah semuanya layak dan dapat diterima oleh manajer organisasi beserta dengan semua karyawan. Sasaran yang penting berupa sasaran memberikan arahan, sasaran memfokuskan usaha kita, sasaran menjadi pedoman rencana dan keputusan kita, dan sasaran membantu kita mengevaluasi kemajuan yang kita capai.

3.      Manfaat perencanaan dalam suatu organisasi ?
Ø  Membantu management untuk menyesuaikan diri dengan perubahan perubahan lingkungan,
Ø  Membuat tujuan lebih khusus, teperinci dan mudah dipahami,
Ø  Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti,
Ø  Menager memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.

4.      Jenis perencanaan dalam organisasi ?
Ø  Perencanaan strategis, disusun untuk mencapai suatu tujuan umum  organisasi yaitu melaksanakan misi organisasi. Perencanaan strategi bisa disebut juga perencanaan jangka panjang.
Ø  Perencanaan taktis atau taktik. Perencanaan taktis kinerja terjadi oleh tingkat organisasi menengah bertujuan untuk efiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk jangka menengah proveksi.
Ø  Perencanaan operasional terdiri dari Rencana sekali pakai, Rencana permanen, dan Perencanaan normatif.


Sumber :
James. S. Stoner, dkk. (1996). Management. Jakarta: PT. PRENHALLINDO
Stephen P. (2008). Management. Jakarta:
Sarlito W. (2005). Psikologi Sosial (Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan). Jakarta: Balai Pustaka.
Sunyoto Munandar, Ashar. (2001). Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: Universitas Indonesia.